Lewati Lahan Gereja Betani, DPRD dan Pemkot Sepakat Bangun Rumah Pompa Nginden

SURABAYA, KABARHIT.COM – Komisi C DPRD Kota Surabaya menggelar rapat koordinasi terkait pengendalian banjir di wilayah Semolowaru, Medokan Semampir, dan Nginden Jangkungan. Rapat tersebut berlangsung di ruang Komisi C DPRD Kota Surabaya, Rabu (29/01).

Dalam koordinasi tersebut, Pemerintah Kota Surabaya akhirnya mencapai kesepakatan mengenai trase pembangunan Rumah Pompa Nginden yang sebelumnya sempat tertunda akibat perbedaan persepsi. Kesepakatan ini dicapai bersama pihak Gereja Betani setelah melalui serangkaian kajian teknis.

Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Eri Irawan, menyampaikan bahwa pembangunan Rumah Pompa Nginden akan menggunakan trase yang melintasi sebagian lahan yang selama ini dimanfaatkan untuk aktivitas Gereja Betani.

“Namun perlu ditegaskan bahwa lahan tersebut berstatus Izin Pemakaian Tanah (IPT), sehingga secara hukum merupakan aset milik Pemerintah Kota Surabaya,” jelas Eri.

Ia menegaskan, seluruh area yang terdampak pekerjaan konstruksi akan dikembalikan ke kondisi semula setelah proyek selesai. Apabila sebelumnya area tersebut berupa paving atau fasilitas tertentu, maka Pemkot akan memulihkannya seperti sediakala.

“Termasuk area parkir motor milik Gereja Betani yang terdampak pembangunan, akan dibangunkan kembali oleh Pemkot di sisi utara lokasi,” ungkapnya.

Eri menjelaskan, pembangunan rumah pompa ini belum dapat langsung dilaksanakan karena sebelumnya masih terdapat perbedaan pandangan terkait jalur trase yang dinilai paling efektif. Namun, setelah dilakukan kajian mendalam, trase yang disepakati dinilai sebagai opsi terbaik dan paling efisien.

“Pembangunan Rumah Pompa Nginden direncanakan mulai April 2026 dengan anggaran sekitar Rp65 miliar. Proyek ini merupakan bagian dari rencana pembangunan dua rumah pompa baru di wilayah tersebut,” tegasnya.

Pemerintah Kota Surabaya menekankan bahwa pembangunan rumah pompa ini bukan untuk kepentingan satu pihak tertentu, melainkan demi kepentingan pengendalian banjir yang berdampak luas bagi masyarakat.

“Air dari wilayah Kalijagir nantinya akan dialirkan ke Rumah Pompa Nginden guna mempercepat surutnya genangan di sejumlah kawasan,” terangnya.

Adapun wilayah yang diperkirakan akan merasakan manfaat langsung dari proyek ini antara lain Kelurahan Nginden Jangkungan, Semolowaru, Waru, dan Medokan Semampir. Selain itu, sebagian wilayah Rungkut dan Klampis Ngasem juga diproyeksikan terdampak positif, meskipun tidak secara menyeluruh.

“Dengan tercapainya kesepakatan ini, Pemkot Surabaya berharap pembangunan Rumah Pompa Nginden dapat berjalan lancar dan menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan banjir di kawasan Surabaya Timur,” pungkasnya

Editor : Deni