Cegah Kemaksiatan Digital, LD PWNU Jatim Gandeng Akademisi dan Kreator Konten Latih Da'i Muda di FEB Unesa

Penandatangan Kerjasama bidang pembinaan karakter mahasiswa dan pendampingan lembaga dakwah kampus antara LD PWNU Jawa Timur, KH. Zainuddin dengan Wakil Dekan 1 FEB Unesa Dr. Moch. Khoirul Anwar di Lantai 3 FEB Unesa.
Penandatangan Kerjasama bidang pembinaan karakter mahasiswa dan pendampingan lembaga dakwah kampus antara LD PWNU Jawa Timur, KH. Zainuddin dengan Wakil Dekan 1 FEB Unesa Dr. Moch. Khoirul Anwar di Lantai 3 FEB Unesa.

SURABAYA, KABARHIT.COM – Lembaga Dakwah (LD) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menggelar kegiatan pelatihan Da'i Muda di Lantai 3 Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Sabtu (8/11/2025). Kegiatan ini berkolaborasi dengan Islamic Community of Economic (ICE) FEB Unesa.

Pelatihan tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Direktur Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis Unesa Prof. Mutimmatul Faidah, dosen UINSA sekaligus Wakil Ketua LD PWNU Jawa Timur, Syarif Tayyib, serta aktivis PCINU Mesir dan kreator konten dakwah Yuli Herawati.

Wakil Dekan I FEB Unesa Dr. Moch. Khoirul Anwar mengatakan pelatihan tersebut digelar sebagai bentuk keprihatinan terhadap maraknya konten negatif di media sosial. Karena itu, pihaknya mendorong hadirnya dai muda yang mampu menyampaikan pesan keagamaan secara santun dan relevan di ruang digital.

“Kita masih kalah oleh buzzer-buzzer di media sosial yang mengajak pada hal negatif atau kemaksiatan. Karena itu, kegiatan ini diadakan untuk membekali anak muda dalam berdakwah, khususnya di dunia sosial media (sosmed),” ujar Khoirul Anwar melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi pada hari yang sama. 

"Peserta pelatihan terdiri atas aktivis dakwah kampus ICE FEB Unesa, delegasi lembaga dakwah PCNU se-Jawa Timur, mahasiswa jalur prestasi keagamaan, hingga perwakilan pondok pesantren di sekitar Unesa," tambah pria juga jabat sebagai  Sekretaris LD PWNU Jawa Timur. 

Menurut Ust. Khoirul, dakwah di media sosial harus dilakukan secara damai dan merangkul, bukan dengan ujaran kebencian.

“Dakwah itu mengajak dan merangkul, bukan mengejek atau memukul. Setelah kegiatan ini, kami juga mendeklarasikan Forum Dai Muda Annadhiyah Jawa Timur,” kata Pengasuh Ponpes Darul Arqom Wonocolo Surabaya. 

Forum tersebut, kata Khoirul, akan menjadi tindak lanjut pelatihan ini. PWNU akan mendorong setiap PCNU di Jawa Timur membentuk forum serupa agar para dai muda dapat mendukung program dakwah di sosial media (sosmed).

“Anak muda lebih memahami dunia digital. Sosial media sudah menjadi bagian dari keseharian mereka, dan melalui itu mereka bisa membantu menyebarkan pesan dakwah,” tukasnya.

Kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan kerja sama antara LD PWNU Jawa Timur yang diwakili Dr. KH. Zainudin, M.Si., dengan ICE FEB Unesa yang diwakili Wakil Dekan I FEB Unesa Ustadz Dr. Moch. Khoirul Anwar.

Editor : Ipul