SURABAYA, KABARHIT.COM (24/12) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) melaporkan peningkatan signifikan dalam akurasi deteksi kerusakan kontainer sejak mengimplementasikan Automatic Container Damage Detection System (ADDS) pada April 2025.
Teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) ini dinilai berhasil mentransformasi proses inspeksi kerusakan kontainer secara lebih cepat, akurat, dan transparan.
Selama delapan bulan penerapan, ADDS menunjukkan performa yang konsisten dalam mengidentifikasi jenis serta tingkat kerusakan kontainer secara real-time. Sistem ini menggunakan algoritma Deep Neural Network (DNN) yang terintegrasi dengan kamera Left–Right–Top, teknologi Optical Character Recognition (OCR) pada autogate, serta kemampuan self-learning. Dengan mekanisme tersebut, tingkat akurasi deteksi terus meningkat seiring bertambahnya data historis yang dianalisis.
Sejumlah capaian utama sejak implementasi ADDS antara lain peningkatan akurasi deteksi berkat pembelajaran mandiri dari data historis dan masukan Damage Inspector, pengiriman notifikasi otomatis kepada petugas apabila kerusakan melebihi ambang batas yang ditentukan, serta integrasi penuh dengan sistem Container Damage Report (CDR) Online yang mempermudah penyampaian informasi kepada pelanggan, baik Box Operator maupun Vessel Operator.
“Sebelum ADDS diterapkan, pemeriksaan kerusakan kontainer dilakukan secara manual melalui foto OCR. Kini petugas cukup memantau layar komputer, dan sistem akan secara otomatis memberikan notifikasi jika terdapat kerusakan.
Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga akurasi dan transparansi proses,” ujar Erika Asih Palupi, Sekretaris Perusahaan TPS.
Penerapan ADDS merupakan bagian dari komitmen TPS dalam mendukung transformasi digital serta standarisasi layanan di lingkungan Subholding PT Pelindo Terminal Petikemas.
Ke depan, TPS berencana terus mengembangkan fitur analitik berbasis AI guna memperkuat pengelolaan data historis serta mendukung kemampuan prediksi kerusakan kontainer
Editor : Deni