SURABAYA, KABARHIT.COM – Sejumlah sekolah luar biasa (SLB) di Jawa Timur (Jatim) mulai beralih status dari swasta menjadi negeri. Langkah ini dinilai sebagai bentuk keseriusan pemerintah provinsi (Pemprov) dalam memperkuat layanan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus (ABK).
Langkah tersebut mendapat apresiasi dan dukungan dari Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Jairi Irawan. Namun, Jairi mengingatkan agar perubahan status itu diiringi dengan percepatan pemenuhan fasilitas penunjang pembelajaran.
Menurutnya, pengalaman di sejumlah SMA dan SMK negeri menujukkan proses pengusulan fasilitas kerap memerlukan waktu cukup lama. Akibatnya, sekolah seringkali harus bergantung pada peran serta masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mendesak.
"Nah, kalau SLB ini menjadi negri. Kami berharap ada percepatan pemberian fasilitas. Jangan sampai mereka harus menunggu program tahunan," ujar Jairi di Surabaya, Senin (5/1/2026).
Jairi menegaskan bahwa kebutuhan peserta didik SLB bersifat mendesak dan tidak bisa ditunda. Karena itu diperlukan kebijakan afirmatif agar sekolah dapat segera memperoleh sarana dan prasarana yang dibutuhkan.
"Anak-anak SLB ini kebutuhannya tidak bisa menunggu lama. Jadi, harus ada afirmasi ketika statusnya berubah dari swasta ke negeri, agar fasilitas dan layanan pendidikannya bisa segera terpenuhi," tegas Politikus Partai Golkar.
Ia pun menambahkan, kami menyambut baik alih status SLB menjadi negeri. Namun, kebijakan tersebut harus diimbangi dengan dukungan konkret dari pemerintah agar kualitas layanan pendidikan semakin optimal.
"Sekali lagi kami senang jika ada perubahan dari swasta ke negeri. Tapi harus diimbangi dengan afirmasi tertentu supaya fasilitas dan pelayanan bisa lebih cepat menyesuaikan kebutuhan pembelajaran di SLB, " pungkasnya.
Editor : Ipl