SURABAYA, KABARHIT.COM — Di bawah kepemimpinan Ahmad Bahtiar Sebayang dapat mengambil peran aktif dalam pembangunan ekonomi bangsa, dengan mendorong program-program yang bersifat inklusif dan berkeadilan sosial, khususnya bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum LIRA Disability Care (LDC) Abdul Majid diterima melalui keterangan tertulis oleh redaksi, Rabu (10/9/2025) malam.
"Saya mengucapkan selamat dan dukungan atas pelantilan kepengurusan Ikatan Alumni ISMEI (IKA - ISMEI) masa bakti 2025-2030 yang kini dinahkodai oleh Ahmad Bahtiar Sebayang," ujarnya.
Pria akrab dipanggil Majid menyampaikan bahwa IKA ISMEI mempunyai posisi strategis sebagai wadah para alumni ekonom muda yang memiliki akar kuat di gerakan mahasiswa dan idealisme perubahan.
"Kami berharap organisasi ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang inklusif, yang menyentuh langsung jutaan bagi penyandang disabilifas di akar rumput," kata pria jabat Manajer LPK GADISku.
Majid menegaskan bahwa pentingnya IKA ISMEI untuk ikut menyukseskan visi pembangunan nasional dibawah pemerintahan Presiden Prabowo. Ia pun mengakui, program Asta cita ini telah secara eksplisit menjadikan isu disabilitas sebagai salah satu prioritas utama dalam sektor sosial dan ekonomi.
"Inklusi ekonomi bagi penyandang disabilitas tidak hanya soal tanggung jawab sosial, tetapi juga soal keadilan struktural dan potensi pembangunan," tegas pria alumni program beasiswa Australia.
Majid pun mendorong IKA ISME untuk memberikan pelatihan dan pendampingan wirausaha disabilifas berbasis komunitas.
"Membuka akses pasar dan pembiayaan inklusif, Mengembangkan skema tenaga kerja inklusif di berbagai sektor industri dan layanan, serta memperkuat jejaring advokasi kebijakan ekonomi yang ramah disabilitas," imbuh Majid.
Lebih lanjut, Majid mengungkapkan bahwa kami percaya dengan jejaring alumni yang luas dan kapabilitas intelektual yang dimiliki, IKA-ISMEI bisa menjembatani kebutuhan ekonomi masyarakat akar rumput dengan kebijakan makro yang inklusif.
"Sudah saatnya penyandang disabilitas tidak hanya menjadi objek belas kasih, tapi subjek pembangunan,” ungkap dia.
"Pelantikan IKA-ISMEI 2025–2030 menjadi momentum konsolidasi alumni ISMEI dari seluruh Indonesia, yang diharapkan mampu merespons berbagai tantangan ekonomi nasional dengan pendekatan kolaboratif, progresif, dan humanistik," pungkasnya.
Editor : Ipl