SURABAYA, KABARHIT.COM – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Koordinator Wilayah Jawa Timur menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Jawa Timur, Jalan Indrapura No. 1, Surabaya, Senin (19/1/2026).
Massa aksi membawa poster tuntutan dan puluhan bendera organisasi. Aksi ini diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur yang tergabung dalam BEM Nusantara.
Koordinator BEM Nusantara Jawa Timur Deni Oktaviani Pratama mengatakan demonstrasi tersebut mengangkat sejumlah isu strategis, mulai dari pendidikan hingga wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD.
“Isu yang kami bawa antara lain pendidikan, program MBG, persoalan lingkungan dan bencana seperti tambang, HAM, penolakan pilkada yang dipilih DPRD, serta KUHAP yang baru disahkan 2 Januari kemarin,” kata Deni di sela aksi.
Terkait wacana pilkada melalui DPRD, Deni menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk kemunduran demokrasi karena menghilangkan hak rakyat untuk memilih pemimpinnya secara langsung.
“Itu mandat rakyat. Kalau pilkada dipilih anggota dewan, itu kemunduran demokrasi,” tegasnya.
Sementara soal program MBG, Deni menyebut kebijakan tersebut belum menjadi solusi yang tepat. Menurutnya, di lapangan program tersebut justru menimbulkan persoalan, termasuk dampak terhadap kesehatan pelajar dan potensi pemborosan anggaran negara.
“Anggaran seharusnya dialokasikan ke sektor pendidikan yang lebih mendesak,” ujarnya.
Deni pun berharap DPRD Jawa Timur dapat mengakomodasi dan mempertanggungjawabkan aspirasi mahasiswa dengan melahirkan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat.
Di tengah aksi, massa ditemui langsung Ketua DPRD Jawa Timur Musyafak Rouf, didampingi Sekretaris DPRD dan jajaran pengamanan. Musyafak menilai sikap kritis mahasiswa sebagai hal positif dalam kehidupan demokrasi.
“Anak muda memang harus kritis. Aspirasi disampaikan secara tertib dan tidak anarkis. Datang dengan baik, pulang juga dengan baik. Ditutup dengan semangat cinta tanah air, itu penting,” pungkasnya.
Editor : Ipul