Wali Kota Eri Cahyadi Buka Festival Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional

avatar kabarhit.com

SURABAYA, KABARHIT.COM - Eri Cahyadi dan Rini Indriyani membuka Festival Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional di Surabaya. Acara ini diinisiasi oleh Kemendikbudristek RI dan melibatkan 310 peserta didik SD. 

Ratusan peserta SD sangat antusias ikuti Festival Permainan Rakyat. Ada permainan seperti bola paku, bakiak, balap karung, kopral, dan kelereng. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Kampanye Sekolah Sehat untuk anak-anak Indonesia yang sehat, cerdas, berkarakter.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Gelar Halalbihalal pada Hari Pertama Masuk Kerja, Diikuti 7 Ribu Pegawai

Wali Kota Eri Cahyadi menyatakan pentingnya permainan tradisional sebagai kekayaan budaya Indonesia dan mengharapkan festival ini dapat dikenalkan ke mancanegara untuk memperkuat identitas budaya Indonesia.

“Ini diinisiasi oleh Kemendikbudristek, ada permainan tradisional. Hampir sama dengan konsep Pemkot Surabaya, dimana kita sedang menggiatkan permainan dan olahraga tradisional sehingga di setiap sekolah ada kegiatan menuju Sekolah Sehat. Tujuannya untuk menggerakan kebersamaan dan kekompakan agar anak-anak tidak bermain gadget saja,” kata Wali Kota Eri.

Pemkot Surabaya menyediakan permainan tradisional di Balai RW untuk pelestarian budaya tradisional dan dampak positif untuk tumbuh kembang anak. Selama pandemi COVID-19, anak-anak terbatas berinteraksi dengan teman sebaya.

“Di Balai RW, selain dibuat Sinau dan Ngaji Bareng, kami menyediakan ragam permainan tradisional untuk meningkatkan rasa kebersamaan antar anak-anak SD,” jelasnya.

Bunda Paud Kota Surabaya Rini Indriyani menyampaikan, permainan tradisional dapat mengurangi kebiasaan anak-anak bermain gadget. Karenanya, hal tersebut akan dibiasakan di tingkat PAUD guna membiasakan anak-anak menggunakan aktivitas fisik layaknya berolahraga.

Baca Juga: Wali Kota Eri Pimpin Apel Gelar Pasukan Jaga Kota Pahlawan Selama Lebaran

“Kita cari permainan yang aman sesuai dengan usianya. Saya berharap orang tua bisa mengenalkan permainan tradisional, karena permainan tradisional menggunakan aktivitas fisik, jadi anak-anak seperti sedang berolahraga,” kata Rini.

Sementara itu, Direktur Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kemendikbudristek RI, Mohammad Hasbi mengatakan, dalam rangka mengkampanyekan gerakan Sekolah Sehat yang telah diluncurkan oleh Menteri Kemendikbudristek RI, Nadiem Makarim di tahun 2022 lalu, pihaknya ingin mengajak anak-anak lebih banyak bergerak melakukan aktivitas fisik supaya kebugaran mereka lebih meningkat.

“Ini sangat diperlukan agar aktivitas belajar mereka bisa lebih baik. Kami juga ingin menumbuhkan rasa kebersamaan dan sportivitas dari anak-anak. Meskipun berasal dari berbagai macam sekolah, mereka harus merasakan nyaman selama bermain bersama,” kata Hasbi.

Baca Juga: Eri Cahyadi Serahkan SK Pengangkatan 2.086 PPPK

Meski demikian, ia menegaskan bahwa Kemendikbudristek RI terus berupaya melestarikan Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional yang merupakan tradisi dan kearifan lokal dari budaya Bangsa Indonesia.

“Ada banyak sekali permainan tradisional di Indonesia, kita ingin lestarikan itu. Apalagi, kami sangat senang melihat antusiasme anak-anak Surabaya, Pak Walikota juga sangat senang melihat ini. Bahkan, beliau berkomitmen akan mengaktifkan permainan tradisional di tingkat RW,” pungkasnya

 

Editor : deni